Kamis, 21 September 2017

Pengenalan dan Peragaan Manasik Haji Bagi Anak Usia Dini



Saat ini penyelenggaraan manasik haji tidak hanya di lakukan oleh para calon jamaah yang akan melakukan ibadah haji ke Mekah, tapi sudah banyak juga di lakukan kegiatan manasik haji anak yang banyak di selenggarakan di sekolah-sekolah, baik itu kegiatan manasik haji anak TK, manasik haji anak PAUD, manasik haji anak SD maupun manasik haji anak RA.  Kegiatan sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh hampir setiap sekolah, yayasan sebagai lembaga penyelenggara sekolah, atau organisasi guru PAUD (HIMPAUDI) dan organisasi guru RA (IGRA).  Hal ini dilakukan karena berdasarkan pengalaman dirasa adanya manfaat yang bisa di dapatkan oleh para peserta didiknya.

Manfaat manasik haji untuk anak antara lain yaitu bisa menanamkan rasa cinta anak kepada Allah SWT, Rasul beserta ajaran dan sunahnya, memperkenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji atau pemahaman dasar ibadah haji, mengajarkan mentalitas kemandirian kepada semua siswa / anak didik, melatih fisik dan bisa mempererat kasih sayang orang tua siswa, guru-siswa maupun antar siswa.

Pada tanggal 10 September 2017, HIMPAUDI Pengurus Cabang Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut telah menyelenggarakan Pengenalan dan Peragaan Manasik Haji Bagi Anak PAUD, dengan jumlah peserta kurang lebih 1.200 peserta,  jumlah tersebut merupakan peserta gabungan dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Cikelet, dan Kecamatan Cibalong.
Acara ini dihadiri oleh Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Cikelet, Penilik PNF Kecamatan Pameungpeuk, Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Garut, Ketua HIMPAUDI dari tiga kecamatan, tokoh masyarakat serta diresmikan oleh Kang Khoer (Anggota DPR RI)


Berikut ini adalah foto dokumentasi sebagian PAUD / Kober yang menjadi peserta dari kecamatan Pameungpeuk :

Kober Nurul Hidayah

Kober Al-Hidayah
Kober Al-Miftah

Kober Bina Insan Motekar

Kober Fathul Huda

Kober Al-Insyirah

Kober Kasih Ibu

Kober Kenanga

Kober Markaz Taqwa

Kober Dahlia

Kober Sehati

Sebagian Panitia berfose dalam kegiatan Persiapan Pelaksanaan

Sebagian Panitia dalam pelaksanaan kegiatan
Ketua HIMPAUDI PC Kecamatan Pameungpeuk selaku penanggung jawab kegiatan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kober yang telah ikut serta menyukseskan kegiatan tersebut, baik itu peserta dari Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet maupun Cibalong, lebih khusus ucapan terima kasih disampaikan kepada LAPAN Pameungpeuk, yang telah mengijinkan untuk menggunakan tempat dan fasilitas lainnya.
Semoga kegiatan ini bermanfaat, mohon maaf apabila masih banyak kekurangan, dan akan dijadikan bahan perbaikan pada kegiatan yang akan datang.

Posted by :
Yatsuhana
http://binainsanpaytren.com/ 






Senin, 14 November 2016

10 Manfaat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi Si Kecil

Pendidikan adalah salah satu kebutuhan dasar anak. Dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin meningkat. Hal ini dikarenakan pendidikan dibutuhkan untuk mencapai cita-cita dan untuk menghadapi persaingan hidup di masa depan. Kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan anak sejak dini mendorong orangtua untuk mengikutsertakan anaknya yang masih balita dalam kelas pendidikan anak usia dini (PAUD). Apa manfaat pendidikan anak usia dini bagi anak? Berikut beberapa manfaat dari pendidikan anak usia dini bagi si kecil.
1. Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Emosional
Pendidikan anak usia dini memfasilitasi anak mendapatkan lingkungan sosial yang sesuai untuknya.  Di sini ia dapat berinteraksi dengan lebih banyak teman sebaya sehingga meningkatkan keterampilan sosial dan emosional. Interaksi dengan teman-temannya akan mendorong ia untuk belajar berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan.

2. Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Berbahasa
Anak akan diajarkan untuk bicara dengan bahasa formal saat di dalam kelas. Guru juga akan memberikan bimbingan mengenai cara berbicara yang baik dan sopan. Beberapa aktivitas seperti bermain dan bernyanyi juga bermanfaat menambah kosa kata anak. Hal ini akan meningkatkan keterampilan berbicara dan berbahasa.

3. Meningkatkan Keterampilan Motorik 
Banyak pelajaran yang diajarkan bersifat mendorong kreativitas anak melalui kegiatan yang menyenangkan. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan yang mengandalkan gerakan jari-jari tangan misalnya menulis, memegang, mewarnai, dsb. Aktivitas tersebut juga dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar melalui kegiatan yang mengandalkan gerakan tangan dan kaki misalnya memukul dan menendang.

4. Mengembangkan Kreativitas
Anak yang mengikuti kelas PAUD cenderung lebih cepat mengembangkan kreativitasnya. Beberapa aktivitas di kelas membantu anak mengembangkan kreativitasnya seperti bermain, bernyanyi, menyusun puzzle, mewarnai gambar dan lain sebagainya.

5. Meningkatkan Daya Imajinasi
Banyak aktivitas di kelas yang mendorong anak mengembangkan kemampuan imajinasinya misalnya dari mendengarkan cerita, pengenalan tokoh pahlawan, pengenalan profesi, dan lain sebagainya.

6. Memahami Nilai-Nilai Penting dalam Kehidupan
Guru di kelas sering memberikan pelajaran dalam bentuk cerita untuk mengajari anak mengenai pentingnya nilai-nilai ketuhanan, kasih sayang, sopan santun, kebenaran, dan lain sebagainya.

7. Meningkatkan Aktivitas Fisik
Mengikuti kelas PAUD membantu anak meningkatkan aktivitas fisik yang jarang dilakukan di rumah. Beberapa kegiatan yang membantu anak lebih banyak bergerak antara lain senam, olahraga, bermain, menari, dan lain sebagainya.

8. Mempersiapkan Mental Anak untuk Menempuh Pendidikan Formal
Melalui PAUD, banyak orangtua yang merasa sangat terbantu mempersiapkan anak untuk masuk SD. Begitu memasuki sekolah formal di SD, anak sudah memiliki mental yang cukup dan beberapa keterampilan dasar seperti memegang pensil, mengenal huruf dan angka, berbaris, dan lain sebagainya.

9. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Memasukkan anak dalam PAUD dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Banyak kegiatan yang dilakukan di kelas yang mendorong anak untuk lebih berani tampil seperti bernyanyi, menari, bermain, dan lain sebagainya.

10. Meningkatkan Keterampilan Kognitif
Melalui berbagai aktivitas pengajaran, anak akan mulai mengembangkan kemampuan kognitif dalam memahami dan menganalisa permasalahan. Melalui pengamatan anak didorong mengembangkan keterampilan kognitif misalnya dalam memahami sifat zat cair, manfaat makan sayuran, mengenal warna, menghitung benda, dan lain sebagainya.

BERCERITA & MENDONGENG..!

• Bercerita adalah penggambaran tentang sesuatu secara verbal. Bercerita merupakan stimulus yang dapat membangkitkan anak terlibat secara mental 
• Melalui bercerita, anak di ajak berkomunikasi, berfantasi, dan berkhayal serta mengembangkan kognitifnya. Aktivitas mental anak dapat melambung, melanglang buana melampaui isi cerita itu sendiri. Dengan bercerita juga melatih perkembangan emosi anak 

Bercerita dapat dilaksanakan dalam beberapa bentuk 

1. Bercerita tanpa alat peraga, hanya mengandalkan kemampuan verbal orang yang memberikan cerita 
2. Bercerita dengan menggunakan alat peraga seperti boneka, gambar, atau benda peraga dll 
3. Bercerita dengan menggunakan buku cerita 
4. Bercerita dengan menggunakan bahasa isyarat atau gerakan 
5. Bercerita melalui alat pandang dengar yaitu berupa kaset, TV,  

Manfaat kegiatan bercerita 
1. Mengembangkan fantasi dan kreatifitas 
2. Mengasah kecerdasan 
3. Menumbuhkan minat 
4. Membangun kedekatan dan keharmonisan 
5. Media pembelajaran imajinatif Pada zaman serba canggih seperti sekarang, kegiatan mendongeng di mata anak-anak tidak populer lagi. 

Sejak bangun hingga menjelang tidur, mereka dihadapkan pada televisi yang menyajikan beragam acara, mulai dari film kartun, kuis, hingga sinetron yang acapkali bukan tontonan yang pas untuk anak. Kalaupun mereka bosan dengan acara yang disajikan, mereka dapat pindah pada permainan lain seperti videogame. KENDATI demikian, kegiatan mendongeng sebetulnya bisa memikat dan mendatangkan banyak manfaat, bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. 

Kegiatan ini dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang dapat digali dari kegiatan mendongeng ini. Pertama, anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasinya. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi. Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Lama-kelamaan anak dapat melatih kreativitas dengan cara ini. Kedua, cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seprti pentingnya makan sayur dan menggosok gigi. 

Anak juga diharapkan dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai tersebut karena Kak Agam di sini tidak bersikap memerintah atau menggurui, sebaliknya para tokoh cerita dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi contoh atau teladan bagi anak. Ketiga, dongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai dongeng yang diceritakan Kak Agam, anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku. Diawali dengan buku-buku dongeng yang kerap didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan, sains, agama, dan sebagainya. Tidak ada batasan usia yang ketat mengenai kapan sebaiknya anak dapat mulai diberi dongeng oleh Kak agam. Untuk anak-anak usia prasekolah, dongeng dapat membantu mengembangkan kosa kata. Hanya saja cerita yang dipilihkan tentu saja yang sederhana dan kerap ditemui anak sehari-hari. Misalnya dongeng-dongeng tentang binatang. 

Sedangkan untuk anak-anak usia sekolah dasar dapat dipilihkan cerita yang mengandung teladan, nilai dan pesan moral serta problem solving. Harapannya nilai dan pesan tersebut kemudian dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan suatu dongeng tidak saja ditentukan oleh daya rangsang imajinatifnya, tapi juga kesadaran dan kemampuan pendongeng untuk menyajikannya secara menarik. Untuk itu Kak Agam dapat menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka atau berbagai buku cerita sebagai sumber yang dapat dibaca oleh orang tua sebelum mendongeng. Manfaat Dongeng untuk anak : 

1. Mengasah daya pikir dan imajinasi 
2. Menanamkan berbagi nilai dan etika 
3. Menumbuhkan minat baca

Disalin dari http : //ekynozi.blogspot.co.id/

Minggu, 01 Mei 2016

Struktur Organisasi HIMPAUDI Pameungpeuk



SUSUNAN  PENGURUS HIMPAUDI
CABANG KEC. PAMEUNGPEUK KAB. GARUT
PERIODE 2016 – 2020
( SK PD HIMPAUDI KABUPATEN GARUT Nomor : 03/Kep/PD HIMPAUDI-KG/II/2016 )

Ketua
:
Aneu Elina 
 Foto
Wakil Ketua
:
Susilawati
 Foto
Sekretaris
:
Sunsun Sundarsih, S.Pd
 Foto
Wakil Sekretaris
:
Nurlaela
 Foto
Bendahara
:
Euis Sintawati, S.Pd
 Foto
Wakil Bendahara
:
Susan Nurliana, S.Pd
 Foto

BIDANG-BIDANG
Bidang Organisasi
Ketua Bidang
:
Hamdani, S.Pd, M.M
 Foto
Anggota
:
Ujang Dindin, S.Pd
 Foto
Anggota
:
Ani Sri Mulyani
 Foto
Anggota
:
Tatat Istiqomah, S.Pd
 Foto

Bidang Pendidikan dan Latihan ( Diklat )
Ketua Bidang
:
Aning Mayaningsih, S.Pd

Anggota
:
Leni Marlina

Anggota
:
Koyah
 Foto
Anggota
:
Ning Ina Noris K., S.Pd
 Foto

Bidang Penelitian dan Pengembangan ( Litbang )
Ketua Bidang
:
Aam Salamah, S.Ag
 Foto
Anggota
:
Tini Sumawartini, S.Pd
 Foto
Anggota
:
Ernawati
 Foto
Anggota
:
Ruslan Permana Sidik
 Foto

Bidang Ekonomi dan Sosial
Ketua Bidang
:
R. Yuyun Anggraeni
 Foto
Anggota
:
Risna Purnamasari
 Foto
Anggota
:
Teti Taryani
 Foto
Anggota
:
Elin
 Foto
Anggota
:
Tatin Triyani Sutardi
 Foto

Bidang Hubungan Masyarakat
Ketua Bidang
:
Yayat H. Suhana, S.Pd
 Foto
Anggota
:
Herni Mulyani
Foto
Anggota
:
Nurhayati, S.Pd.I
 Foto
Anggota
:
Agus Haris
 Foto